Sebelum masuk tentang Sesar Opak, Apakah sesar itu?
Sesar adalah patahan atau rekahan pada kerak bumi yang terjadi akibat pergerakan tektonik. Patahan ini terjadi karena gaya tekan, tarikan, atau geser di dalam kerak bumi yang menyebabkan pergerakan dua blok batuan di sepanjang jalurnya. Sesar dapat berperan dalam pembentukan gempa bumi, khususnya jika pergerakan antar-blok terjadi secara mendadak. Salah satu jenis sesar adalah sesar geser (strike-slip fault), di mana pergerakannya terjadi secara horizontal. Contoh sesar geser yang aktif di Indonesia adalah Sesar Opak yang sedang kita bahas ini. Terletak di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Sesar Opak membentang sepanjang 45 km, mulai dari lereng Gunung Merapi hingga bermuara di Samudra Hindia dekat Pantai Parangtritis, melewati beberapa kabupaten seperti Sleman, Bantul, dan Klaten. Sesar ini diketahui aktif dan memiliki sejarah kegempaan yang signifikan, termasuk gempa besar pada 27 Mei 2006 yang berkekuatan 5,9 skala richter. Gempa tersebut menewaskan lebih dari 5.700 orang dan 26.299 orang terluka serta merusak ribuan bangunan, sehingga menjadi salah satu peristiwa bencana paling mematikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dengan laju pergeseran sekitar 3 mm per tahun, Sesar Opak masih memiliki potensi untuk memicu gempa bumi berkekuatan besar di masa mendatang. Berdasarkan kajian, gempa yang ditimbulkan dapat mencapai magnitudo hingga 6,6, dan karena sesar ini terletak di daratan, dampaknya bisa sangat merusak bagi wilayah padat penduduk di Yogyakarta dan sekitarnya. Selain itu, Yogyakarta juga terancam oleh aktivitas megathrust di lepas pantai selatan Jawa yang dapat memicu tsunami setinggi 8-10 meter di wilayah pesisir, khususnya di sekitar Pantai Parangtritis. Hal ini mendorong BMKG dan pemerintah DIY untuk terus melakukan mitigasi dan pelatihan kepada masyarakat agar siap menghadapi potensi gempa dan tsunami.
Sejarah seismik di DIY menunjukkan bahwa wilayah ini telah mengalami beberapa gempa besar yang kemungkinan besar disebabkan oleh Sesar Opak, termasuk peristiwa pada tahun 1840, 1859, 1867, 1926, 1937, dan tentu saja 2006. Sejak itu, Sesar Opak menjadi fokus dalam kajian dan pemantauan aktivitas seismik di Yogyakarta.
