Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam lapisan bumi. Energi yang dilepaskan ini menyebabkan pergeseran dan pergerakan di sepanjang patahan atau rekahan di kerak bumi, yang mengakibatkan getaran atau gelombang seismik yang dapat dirasakan di permukaan.
Apa penyebabnya?
Pergerakan lempeng tektonik
Karena bumi terdiri dari beberapa lempeng tektonik besar yang terus bergerak sangat lambat di atas lapisan mantel bumi yang panas dan padat. Ketika lempeng-lempeng ini bertabrakan, bergeser, atau menjauh satu sama lain, energi yang terkumpul di antara lempeng-lempeng ini dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Contoh: Gempa di daerah “Ring of Fire” di sekitar Samudra Pasifik sering terjadi karena aktivitas lempeng tektonik.
Aktivitas Vulkanik (Gunung Api)
Gunung api yang aktif dapat menyebabkan gempa bumi vulkanik. Ketika magma bergerak naik ke permukaan atau meletus, tekanan yang dihasilkan dari aktivitas ini bisa memicu gempa bumi. Biasanya, gempa ini lebih kecil dari gempa tektonik.
Patahan (Faults)
Gempa bumi sering terjadi di sepanjang patahan atau rekahan dalam kerak bumi. Patahan adalah zona di mana dua blok batuan dapat bergeser satu sama lain. Jika tekanan pada dua blok batuan melebihi batas gesekan di antara keduanya, energi akan dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Akibat dari Gempa Bumi
Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur, tanah longsor, tsunami (jika pusat gempa berada di dasar laut), dan kerugian ekonomi serta korban jiwa. Sifat dan besarnya kerusakan sangat bergantung pada kekuatan gempa, kedalaman pusat gempa, serta seberapa dekat daerah berpenduduk dengan episentrum gempa.

