
Sekitar 232 juta tahun lalu pada periode trias akhir, Bumi pernah diguyur hujan selama lebih dari 1 juta tahun. Menyebabkan perubahan drastis lingkungan dan kehidupan di Bumi.
Peristiwa ini disebut dengan “Pluvial Karnia”
Apa penyebab Pluvial Karnia?
Peristiwa ini berawal dari aktivitas vulkanik masif Central Atlantic Magmatic Province (CAMP). CAMP adalah adalah salah satu provinsi magmatik terbesar dalam sejarah Bumi, yang terbentuk saat superkontinen Pangea mulai terpecah. Letusan ini terjadi di Amerika Utara bagian timur, Amerika Selatan bagian utara, dan Afrika bagian barat laut.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8c/CAMP_Magmatism_in_the_context_of_Pangea.jpg

Letusan gunung berapi yang dahsyat di wilayah inilah yang melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, ke atmosfer. Peningkatan konsentrasi gas-gas ini menyebabkan pemanasan global yang signifikan, yang pada gilirannya meningkatkan penguapan air laut dan menghasilkan curah hujan yang tinggi secara global.
Aktivitas vulkanik ini juga melepaskan sulfur dioksida, yang bereaksi dengan uap air dan menghasilkan hujan asam. Hujan ini menyebabkan kehancuran banyak ekosistem, baik di darat maupun di laut. Curah hujan yang tinggi mengubah daratan menjadi rawa dan hutan hujan, memicu kepunahan banyak spesies yang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan yang lebih basah.
Jejak peristiwa ini dapat ditemukan dalam lapisan batuan sedimen di berbagai belahan dunia. Hujan yang berlangsung selama jutaan tahun juga mempercepat erosi tanah dan pembentukan danau-danau purba, yang kini menjadi bukti geologis penting dari perubahan iklim ekstrem yang pernah melanda Bumi.
Sumber:
https://www.kompas.com/tren/read/2024/03/14/110000365/bumi-pernah-diguyur-hujan-tanpa-henti-selama-2-juta-tahun-kapan-terjadi- (Diakses tanggal 01 Februari 2025)
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6370725/hujan-selama-lebih-dari-1-juta-tahun-pernah-terjadi-di-bumi-begini-sejarahnya (Diakses tanggal 01 Februari 2025)
https://www.mongabay.co.id/2024/11/18/peristiwa-pluvial-karnia-bumi-diguyur-hujan-tanpa-henti-selama-1-juta-tahun-2/ (Diakses 01 Februari 2025)