
Sekitar 60 juta tahun yang lalu, Bumi berada dalam periode Paleosen, suatu masa pemulihan setelah bencana besar yang mengakhiri era dinosaurus non-avian. Tumbukan asteroid raksasa di akhir Kapur, sekitar 66 juta tahun lalu, telah menghapus sebagian besar kehidupan, terutama reptil-reptil raksasa yang sebelumnya menguasai daratan dan lautan. Dengan punahnya mereka, dunia mengalami perubahan besar dalam hal iklim, ekosistem, maupun evolusi makhluk hidup yang tersisa.
Saat itu, Bumi jauh lebih hangat dibandingkan sekarang. Tidak ada es di kutub, dan suhu rata-rata global cukup tinggi untuk menciptakan hutan-hutan lebat yang membentang hingga wilayah-wilayah yang kini beriklim dingin. Hutan-hutan ini didominasi oleh tanaman berbunga, yang berkembang pesat setelah sebelumnya mulai berevolusi di akhir era dinosaurus. Pohon-pohon besar, semak belukar, dan tanaman berbunga menggantikan sebagian besar pakis raksasa serta tumbuhan runjung yang mendominasi era sebelumnya. Akibat iklim yang lebih stabil, gurun dan padang rumput masih jarang ditemukan; sebagian besar daratan merupakan hutan tropis atau subtropis yang rimbun.
Dengan dinosaurus besar telah tiada, mamalia mulai berkembang pesat dan berevolusi ke berbagai bentuk dan ukuran. Awalnya, mereka masih kecil, kebanyakan tidak lebih besar dari rakun atau kucing rumahan. Namun, dalam jutaan tahun berikutnya, beberapa mulai tumbuh lebih besar dan mengisi berbagai relung ekologi yang sebelumnya didominasi oleh dinosaurus. Ada mamalia pemakan tumbuhan yang berkembang menjadi ukuran lebih besar, sementara beberapa spesies lainnya mulai menjadi predator. Burung, yang merupakan keturunan dinosaurus theropoda, juga berkembang lebih beragam. Beberapa di antaranya bahkan menjadi predator utama di daratan, mengambil alih peran yang sebelumnya dipegang oleh dinosaurus pemangsa seperti raptor dan tyrannosaurus.
Di lautan, dunia juga berubah drastis. Mosasaurus dan plesiosaurus, predator laut yang menguasai lautan pada zaman dinosaurus, telah tiada. Tanpa mereka, hiu dan ikan besar menjadi pemangsa utama di ekosistem laut. Mamalia laut seperti paus dan anjing laut belum berevolusi, sehingga lautan saat itu masih sangat berbeda dari yang kita kenal sekarang. Karang dan ekosistem laut dalam mulai pulih, setelah sebelumnya mengalami kehancuran akibat tumbukan asteroid dan perubahan lingkungan yang drastis.
Secara geologi, Bumi pada zaman ini sedang mengalami perubahan besar akibat pergerakan lempeng tektonik. Atlantik semakin melebar, mendorong Amerika dan Eropa semakin berjauhan. India masih dalam perjalanan menuju Asia, yang dalam beberapa juta tahun ke depan akan menabrak dan membentuk Pegunungan Himalaya. Laut Tethys, yang dulunya memisahkan Afrika, India, dan Asia, mulai mengecil seiring dengan perubahan bentuk benua.
Paleosen bisa dibilang merupakan masa transisi yang menentukan arah perkembangan kehidupan di Bumi. Dengan punahnya dinosaurus besar, makhluk-makhluk yang sebelumnya hidup dalam bayang-bayang mereka akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Mamalia, burung, dan tumbuhan berbunga mulai menguasai ekosistem, membuka jalan bagi munculnya dunia yang semakin mirip dengan Bumi saat ini.