
Formasi Kebo-Butak adalah satuan geologi yang terdiri dari dua formasi batuan utama, yaitu Formasi Kebo dan Formasi Butak, yang ditemukan di lereng utara Pegunungan Baturagung, Jawa Tengah. Kedua formasi ini merupakan bukti penting aktivitas vulkanisme di Pulau Jawa pada masa lampau, khususnya pada periode Oligosen Akhir hingga Miosen Awal, sekitar 33 juta tahun yang lalu.
Formasi Kebo terdiri atas perselingan batupasir berlapis baik, batulanau, batulempung, serpih, tuf, dan aglomerat. Bagian atas formasi ini menunjukkan perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan tipis tuf asam. Di beberapa lokasi, bagian tengah formasi ini mengandung retas lempeng andesit-basal, sementara bagian atasnya mengandung breksi andesit. Kehadiran fosil seperti Globorotalia opima, Globorotalia angulisuturalis, dan Globigerinoides trilobus menunjukkan bahwa formasi ini diendapkan dalam lingkungan laut terbuka yang dipengaruhi oleh arus turbidit pada periode Oligosen Akhir hingga Miosen Awal.
Formasi Butak, yang menindih selaras Formasi Kebo, terdiri atas breksi polimik dengan selingan batupasir, batupasir kerikilan, batulempung, dan batulanau atau serpih. Breksi polimik ini memiliki fragmen berukuran kerikil hingga bongkah, berupa andesit, basal, batuan sedimen karbonatan, dan kuarsa. Beberapa fragmen telah mengalami alterasi menjadi klorit yang berwarna hijau. Struktur sedimen yang ditemukan dalam formasi ini meliputi perlapisan bersusun normal, permukaan erosi, perarian sejajar, dan pergentengan fragmen. Kehadiran fosil foraminifera dan kepingan arang menunjukkan bahwa formasi ini juga diendapkan dalam lingkungan laut.
Secara geografis, Formasi Kebo dan Butak tersebar di lereng utara Pegunungan Baturagung, memanjang dari Kecamatan Bayat hingga Kecamatan Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan penyebaran sepanjang sekitar 20 km dan lebar antara 0,2 hingga 5 km. Formasi ini menindih secara tidak selaras Formasi Wungkal-Gamping dan tertindih selaras oleh Formasi Semilir.
Penelitian lebih lanjut mengenai Formasi Kebo-Butak telah dilakukan untuk memahami karakteristik massa batuan, provenans, iklim purba, dan lingkungan pengendapan. Hasil uji kuat tekan menunjukkan kisaran 1,68 MPa hingga 72,33 MPa, sedangkan nilai densitas berkisar antara 2,15 hingga 2,66 g/cm³. Analisis petrografi batupasir menunjukkan bahwa batuan ini termasuk dalam tatanan tektonik continental block dan diendapkan pada iklim purba yang lembap.
Referensi