
Sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, sebuah peristiwa kosmik mengubah sejarah Bumi selamanya. Sebuah proto-planet seukuran Mars, yang oleh para ilmuwan dinamai Theia, bertabrakan dengan Bumi muda. Tabrakan dahsyat ini tidak hanya membentuk Bulan, tetapi juga memengaruhi struktur internal dan evolusi planet kita.
Siapa atau apa itu Theia?
Theia adalah proto-planet yang diyakini terbentuk di orbit yang mirip dengan Bumi. Dalam teori tumbukan raksasa (giant-impact hypothesis), Theia bertabrakan dengan Bumi sekitar 100 juta tahun setelah pembentukan tata surya. Tabrakan ini menghasilkan puing-puing yang kemudian bergabung membentuk Bulan.
Tabrakan antara Theia dan Bumi bukanlah peristiwa biasa. Energi yang dilepaskan setara dengan triliunan bom nuklir, menciptakan lautan magma di permukaan Bumi dan melemparkan material ke orbit. Material ini kemudian bergabung membentuk Bulan. Analisis isotop oksigen dari batuan Bulan menunjukkan kesamaan dengan Bumi, mendukung teori bahwa Bulan berasal dari material Bumi dan Theia.

Tabrakan dengan Theia tidak hanya membentuk Bulan, tetapi juga memengaruhi struktur internal Bumi:
- Inti Bumi Membesar, Inti logam Theia kemungkinan bergabung dengan inti Bumi, menjelaskan ukuran besar inti Bumi saat ini.
- Peningkatan Suhu, Energi tumbukan menciptakan lautan magma dan meningkatkan suhu internal Bumi.
- Aktivitas Geologis, Panas tambahan memperkuat aktivitas geologis, termasuk pembentukan medan magnet Bumi.
Jejak Theia di dalam Bumi dan di Langit
Meskipun Theia telah lama hancur, jejaknya yang masih tersisa hingga saat ini:
- Bulan: Sebagai saksi abadi tumbukan tersebut.
- LLSVPs: Struktur besar di mantel bawah Bumi yang mungkin merupakan sisa-sisa Theia.
Walau Theia telah hancur berkeping-keping, tetapi warisannya tetap hidup dalam Bulan yang menerangi malam dan dalam inti Bumi yang kita pijak selama hidup kita. Kisah Theia mengingatkan kita akan kekacauan awal tata surya dan bagaimana dari kekacauan tersebut lahirlah dunia yang kita kenal.
Referensi