gambar oleh IDN Times

Columnar jointing adalah fenomena geologi menakjubkan di mana batuan beku membentuk kolom-kolom poligonal yang tampak seperti hasil pahatan manusia. Formasi ini sering ditemukan di batuan basalt, andesit, dan riolit, serta menjadi daya tarik wisata di berbagai belahan dunia.

Bagaimana coloumnar joint terbentuk?

Proses terbentuknya columnar jointing dimulai ketika lava panas mendingin dan mengerut. Pendinginan ini menyebabkan tegangan tarik dalam batuan, yang kemudian menghasilkan retakan-retakan tegak lurus terhadap permukaan pendinginan. Retakan ini berkembang membentuk kolom-kolom dengan penampang poligonal, umumnya berbentuk segi enam, meskipun bentuk segi tiga hingga delapan juga dapat ditemukan.

Contoh terkenal dari Coloumnar Joint

Devils Tower, Wyoming, AS. Ini adalah salah satu contoh paling ikonik dari columnar jointing. Devils Tower adalah sebuah butte batuan beku yang menjulang setinggi sekitar 265 meter dari permukaan sekitarnya. Formasinya terdiri dari kolom-kolom poligonal besar yang terbentuk saat magma di bawah tanah mendingin perlahan dan memadat. Meskipun jenis batuannya bukan basalt (melainkan phonolite porphyry), proses pendinginan dan pembentukan kolomnya mirip. Devils Tower mirip seperti pohon purba raksasa, dan juga sempat dikira sebagai pohon purba raksasa, Struktur ini menjadi monumen nasional pertama di AS dan sangat terkenal di kalangan pendaki tebing dan penggemar geologi.

Devils Tower, gambar oleh: Travel Detik

Penutup

Columnar jointing adalah contoh sempurna bagaimana proses alam dapat menciptakan struktur geometris yang menakjubkan. Fenomena ini tidak hanya menarik bagi para geolog, tetapi juga bagi wisatawan dan fotografer yang mencari keindahan alam yang unik.


Posted

in

‹ Beranda

Tags: