Gurun Sahara terletak di bagian utara Benua Afrika, membentang lebih dari 9 juta kilometer persegi, hampir setara dengan luas Amerika Serikat! Sahara melewati beberapa negara seperti Aljazair, Libya, Mesir, Sudan, hingga Maroko, dan lain-lain Saat ini, kawasan ini dikenal sebagai salah satu tempat paling kering, panas, dan tandus di dunia.

Namun, wilayah yang kini berupa hamparan pasir gersang ini dahulu adalah laut dangkal, bahkan pernah menjadi sabana hijau penuh kehidupan.

Gurun Sahara dahulu adalah sebuah lautan

Sekitar 100–50 juta tahun lalu, saat dinosaurus masih berkeliaran, kawasan Sahara berada di bawah permukaan laut dangkal yang luas, bagian dari Laut Tethys atau lebih khusus disebut Trans-Saharan Seaway. Geolog menemukan fosil makhluk laut seperti ikan besar, hiu purba, buaya laut, dan bahkan ular laut sepanjang 12 meter di bagian tengah Niger dan Mali. Fosil-fosil ini menjadi bukti kuat bahwa Sahara pernah menjadi rumah bagi ekosistem laut yang kaya.

Transisi dari lautan menjadi daratan

Dengan bergeraknya lempeng-lempeng tektonik (khususnya Lempeng Afrika), Laut Tethys mulai menyempit. Wilayah yang dulunya lautan perlahan terangkat menjadi daratan. Proses ini berlangsung jutaan tahun, dan meninggalkan endapan laut yang kini menjadi bagian penting dalam catatan geologi Sahara.

Gurun Sahara menjadi hijau

Sekitar 14.000–5.000 tahun yang lalu, Sahara kembali mengalami perubahan dramatis. Dalam periode yang disebut African Humid Period (AHP), gurun ini berubah menjadi sabana hijau yang subur, dengan danau besar, sungai, dan hutan ringan.

Hal ini dipicu oleh pergeseran sumbu Bumi (precession), yang menyebabkan monsun Afrika menjadi lebih kuat, membawa hujan lebat jauh ke utara. Danau purba seperti Danau Megachad menjadi salah satu danau air tawar terbesar di dunia saat itu.

Jejak-jejak manusia dan hewan di Gurun Sahara

Selama periode hijau ini, Sahara dihuni oleh manusia purba yang berburu dan beternak. Kehidupan ini perlahan menghilang ketika iklim berubah lagi, monsun melemah, dan vegetasi pun menghilang. Dalam waktu sekitar ratusan tahun saja, sabana yang subur kembali menjadi gurun kering seperti yang kita lihat sekarang.

Kesimpulan

Transformasi Sahara membuktikan bahwa permukaan Bumi selalu berubah. Wilayah yang kini panas dan kering pernah menjadi dasar laut yang penuh kehidupan, lalu berubah menjadi sabana subur, dan kini kembali menjadi gurun.

Geologi bukan hanya tentang batuan, tapi juga tentang perubahan besar yang membentuk lanskap dan kehidupan manusia. Kisah Sahara adalah contoh nyata betapa dinamisnya sejarah Bumi.

Referensi
  1. https://www.youtube.com/watch?v=SLp1npunMb8
  2. https://www.livescience.com/will-sahara-desert-turn-green.html
  3. https://www.smithsonianmag.com/science-nature/what-really-turned-sahara-desert-green-oasis-wasteland-180962668/
  4. https://www.theguardian.com/science/2019/jul/12/sahara-was-home-to-some-of-largest-sea-creatures-study-finds

Posted

in

‹ Beranda

Tags: